Relevansi Konsep Pajak Abu Yusuf dengan Perpajakan di Indonesia Relevansi Konsep Pajak Abu Yusuf dengan Perpajakan di Indonesia Pada masa daulah Abbasiyah, hadir seorang ulama yang terlahir dari keluarga dengan latarbelakang  ekonomi rendah  bernama Abu Yusuf. Abu Yusuf menjadi salah satu murid terkenal dari Abu Hanifah yang kemudian pergi ke Baghdad untuk menemui khalifah Abbasiyah

Dalam setiap pergerakan, pemikiran, atau apapun aktivitas lainnya pastilah ada pemimpinnya. Pemimpin tak melulu bisa kita langsung tabrakan dengan kekuasaan biarpun mereka saling beriringan. Tapi itu sebatas alat untuk kepemimpinan itu sendiri. Hal yang paling mudah untuk dianalogikan dan dekat dengan kita misalnya, tenggorokan kita terasa kering tapi percaya masih bisa bertahan barang sebentar. Karena

Ekonomi Islam yang kini mulai hangat diperbincangkan dikalangan para pakar ekonomi, sudah mulai menjadi sebuah solusi bagi permasalahan ekonomi di Indonesia. Berbagai aspek dari prinsip ekonomi islam telah diterapkan, mulai dari prinsip perbankan, pajak, asuransi, dan lain-lain. Hal ini tentu tidak terlepas dari ide dan gagasan para pemikir ekonomi islam dizaman dulu. Seperti pemikiran pada

Mubadzir adalah Saudara Setan Mubadzir adalah Saudara Setan Mubadzir, begitu kita menyebutnya di bumi Nusantara…. Dalam bahasa Arab tabdzir atau israf, yang artinya adalah berlebihan dalam menggunakan hak kita….. Namun perlu di ingat, hal ini hanya jika dilakukan untuk urusan yang tidak bersifat ibadah atau bahkan untuk maksiat…. Dan tidak ada mubadzir dalam berbagi, tidak

Belajar Agama Otodidak? Belajar Agama Otodidak? Salah satu ciri utama ilmu syar’i dalam Agama Islam adalah diambil dari guru, ustadz, syaikh dan semisalnya. Jika setiap orang hari ini sangat mudah mendapatkan berbagai jenis pengetahuan melalui video tutorial atau tulisan di website, maka pengetahuan umum tidak dapat disamakan dengan belajar agama, maksudnya seorang yang menuntut ilmu

Manfaat berpuasa ditinjau dari sisi Aqidah. Manfaat berpuasa ditinjau dari sisi Aqidah. Dalam banyak hadis Rasulullah ‎ﷺ‎ menyebutkan ciri-ciri kesempurnaan iman, seperti memuliakan tamu, tetangga, berkata baik, bersabar, bersedekah, sholat dll. Namun dari sekian banyak ibadah Allah ‎ﷻ‬ hanya mengistimewakan satu ibadah yang Ia khususkan untuk diri-Nya. Ibadah yang dimaksud adalah puasa, Rasulullah ‎ﷺ‎ bersabda:

Bekal Rajab dan Sya’ban Bekal Rajab dan Sya’ban إن الحمد لله نحمده ونستعينه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي

Kepada sahabatku yang telah menikah: Cinta itu bukan tentang ‘Itu adalah salahmu’, tetapi tentang ‘Maafkan aku’, bukan tentang ‘Di mana saja kau?’, tetapi tentang ‘Aku di sisimu’, bukan tentang ‘Bagaimana kau tega berbuat demikian’, tapi tentang ‘Dapat kumengerti tindakanmu’, bukan tentang ‘Coba saja kau di sini’, tapi tentang ‘Aku bersyukur kau di sini’. Kepada sahabatku