Syafa’at terdiri dari beberapa jenis, di antaranya ialah syafa’at uzhma (syafaat yang paling agung). Ini khusus bagi Nabi kita Muhammad  ﷺ, yaitu permohonan syafa’atnya kepada Allah ﷻ untuk seluruh manusia saat dikumpulkan di padang Mahsyar, agar diberi­kan keputusan untuk mereka. Syafaat inilah yang disebut sebagai ‘tempat yang terpuji‘ yang telah Allah ﷻ sebutkan dan janjikan

Beriman akan adanya syafa’at termasuk bagian dari beriman kepada hari Akhir. Ada dua syarat agar syafaat berfungsi, yaitu: izin Allah ﷻ bagi pemberi syafa’at untuk memberi syafa’at dan keri­dhaan-Nya terhadap yang diberi syafa’at, jadi semua pangkalnya kembali kepada Allah ﷻ.

Iman akan adanya telaga al-Kautsar ialah bagian dari iman kepada hari akhir, al-Kautsar ialah telaga yang Allah ﷻ berikan kepada Nabi kita Muhammad  ﷺ.  Air telaga ini lebih putih dari pada es, lebih manis dari pada madu, aromanya lebih wangi dari pada kesturi, sementara mangkuk­-mangkuknya sebanyak bintang-bintang di langit. Barang­siapa meminum seteguk darinya, ia tidak

Jembatan atau shirath yang terbentang di atas neraka Jahannam, yaitu jembatan antara surga dan neraka. Semua manusia akan melewatinya pada hari Kiamat berdasarkan amal perbuatannya, ada yang selamat sepenuhnya, ada yang selamat tapi terkoyak dan ada pula yang terlempar ke neraka Jahannam.

Selanjutnya pada hari kiamat itu tim­bangan amal dipancangkan, barangsiapa yang timbangan amal baiknya lebih berat maka ia selamat, adapun yang timbangan amalnya ringan maka ia binasa.

Yang dimaksud dengan catatan amal perbuatan ialah lembaran-­lembaran amal mencakup yang baik maupun yang buruk, sedangkan para saksi ialah para malaikat yang menjaga dan mencatat amal perbuatan makhluk, termasuk para saksi adalah pende­ngaran, penglihatan, kulit dan semua indera perasa, yang mana pada hari Kiamat akan dikatakan kepada hamba, “Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai

Setelah dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahysar, selanjutnya adalah dihadapkannya makhluk kepada Allah, dalam dua sesi: Penghadapan umum, yakni dihadapkannya seluruh makh­luk di hadapan Rabb dengan lembaran-lembaran catatan amal mereka, sehingga tidak ada satu pun yang luput dari-Nya.

BERKUMPUL DI PADANG MAHSYAR Pada hari kiamat nanti manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang dan tanpa alas kaki. Hal ini telah dinyatakan oleh Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ditegaskan oleh ijma’ umat ini.