Shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah setelah memandikan dan mengkafaninya. Dalam pelak­sanaan shalat jenazah disyaratkan hal-hal yang disyaratkan pada shalat lainnya, yaitut berupa menutup aurat dan menghadap kiblat. Shalat ini terdiri dari empat kali takbir sambil tetap berdiri tanpa ruku’ dan sujud. Setelah takbir pertama dibaca surat Al­ Fatihah, setelah takbir kedua,  bershalawat atas Nabi  ﷺ,

Shalat istisqa’ adalah sebagian dari syi’ar Islam. Hukumnya sunnah mu’akkad ketika diperlukan. Dalam pelaksanaannya tidak disunnahkan adzan maupun iqamah. Cara pelaksanaannya adalah shalat dua raka’at seperti shalat Id dengan bacaan nyaring (jahr) lalu diikuti dengan satu khutbah setelah shalat. Dan hendaknya diperbanyak istighfar dan berdoa dengan mengangkat kedua tangan.

Shalat Gerhana Matahari (kusuf) adalah sebagian dari syi’ar Islam. Shalat gerhana ini hukumnya sunnah mu’akkad, baik bagi orang mukim atau musafir, termasuk wanita. Sebagian besar ulama menya­takan bahwa shalat ini juga disyari’atkan pula pada gerhana bulan (khusuf).

Meng-qashar (menyingkat) shalat yang empat raka’at (menjadi dua rakaat) merupakan sunnah, dan bahwa menjama’ shalat dibolehkan bila diperlukan, baik itu jama’ taqdim yang dilaksa­nakan pada waktu shalat pertama, atau jama’ ta’khir yang dilaksanakan pada waktu shalat yang kedua. Mengenai batasan jarak yang membolehkan qashar merupakan masalah khilafiyah yang longgar. Namun pendapat yang terbaik ialah dibolehkan

Shalat-shalat sunat rawatib yang biasa dilakukan Rasulullah  ﷺ adalah; dua raka’at sebelum Shubuh, dua raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at setelahnya, dua raka’at setelah Maghrib dan dua raka’at setelah Isya’,  di samping shalat witir pada malam hari.

Sujud sahwi disyariatkan ketika terjadi kelebihan, keku­rangan atau keraguan dalam pelaksanaan shalat. Berikut ketentuan sujud sahwi:

Di antaranya ialah menoleh, mengangkat pandangan ke atas, bertolak pinggang, menjalin jari-jemari atau membunyikan­nya, banyak melakukan gerakan, menahan dorongan hajat besar atau kecil, shalat saat makanan sudah disiapkan, duduk dengan kedua pantat di lantai, menghamparkan kedua lengan di lantai (dalam sujud).

Di antaranya adalah: membaca doa iftitah, membaca `amin’, membaca ayat Al-Qur’an setelah surat Al-Fatihah dalam shalat Subuh dan pada dua raka’at pertama dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Menyaringkan bacaan dalam shalat jahr (Shubuh, dua raka’at pertama Magrib dan Isya’), tidak menyaringkan bacaan dalam shalat sirr (Zhuhur dan Ashar); dan bacaan tasbih lebih dari