Rahasia Multazam Sebagai Tempat Terkabulnya Do’a

BERDIRI LAMA DI MULTAZAM
Sebelumnya apakah anda tahu apa itu Multazam ? Multazam adalah dinding Ka’bah yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Panjangnya sekitar dua meter. Disinilah tempat yang paling mustajab, untuk berdoa, sesuai dengan sabda Nabi Saw,”Antara rukun Hajar Aswad dan pintu Ka’bah terdapat Multazam. Tidak seorangpun berdoa ditempat ini kecuali dikabulkan doanya.” Keistimawaan ini membuat Multazam menjadi primadona setiap jamaah untuk memanjatkan doa dan beribadah di sini.


Secara bahasa Multazam terambil dari iltizamuhu artinya merapatkan, mendekatkan. Secara istilah berarti adalah tempat dimana seorang hamba berdoa dengan meletakkan dada, wajah dan kedua lengannya dan memohon kepada Allah swt agar dimudahkan keinginannya. Dalam suatu riwayat diceritakan “Suatu hari Abdullah bin Amru bin Ash melakukan Thawaf dan solat kemudian menyentuh rukun selanjutnya berdiri antara Hajar Aswad dan pintu lalu mendekatkan dada, kedua tangan dan pipinya kemudian berkata beginilah saya melihat Rosulullah Saw melakukannya.”

Dalam kitab Akhbar Makkah diterangkan bahwa ketika Nabi Adam As selesai melakukan Thawaf ia melakukan solat dua rokaat di depan pintu Ka’bah, lalu berdiri di Multazam dan berdoa “Ya Allah, segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan terbuka, terimalah pengaduanku. Engkau mengetahui apa yang ada di dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah segala dosa-dosaku. Engkau yang maha mengetahui segala apa yang aku perlukan, berikanlah padaku apa yang aku minta. Ya Allah, aku mohon kepadamu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap sehingga menyadarkan aku kecuali apa yang telah kau pastilah untuk ku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang telah kau tetapkan padaku.”

PEMBANGUNAN PINTU KA’BAH
Ka’bah ketika pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim As. Memiiki dua pintu, pintu timur dan barat, keduanya menyentuh tanah. Pintu timur sebagai pintu masuk sedangkan pintu barat sebagai pintu keluar. Suku Quraish merenovasi Ka’bah, mereka menutup barat sedangkan pintu timur ditinggalkan dari permukaan tanah dan daun pintunya dibuat dua.

Pintu Ka’bah saat ini adalah hadiah dari Raja Saudi ke-4 Kholid bin Abdul Aziz. Pada tahun 1979, beliau memerintahkan agar pintu Ka’bah diperbaiki dan dipercantik dengan lapisan emas. Dengan berat keseluruhan 280kg. letak pintu ini dari lantai Thawaf adalah 2,25m sedangkan daun pintu itu sendiri panjangnya 3,06m dengan lebar 1,68m. Struktur pintu dibuat dari kayu setebal 10cm kemudian dihiasi dengan ornamen-ornamen yang
berupa kaligrafi ayat al quran. Proyek itu menghabiskan dana sebanyak 13.420.000.000 rial atau sekitar 33.000.000.000 rupiah.

Pintu Ka’bah juga dilengkapi kunci dan gembok. Kunci itu mempunyai panjang 40cm dan disimpan dalam tas yang dibuat dari sutra dan dihias dengan emas murni dan dibuat oleh pabrik kiswah di Makkah. Sedangkan tembok pintu yang satu ini dibuat pada tahun 1979 M mengikuti gembok lama yang dibuat atas perintah Sultan Abdul Hamid II, seorang pengusaha Turki, pada 1901 M dengan beberapa rancangan khusus yang sesuai dengan bentuk pintu baru. Gembok itu, memiliki panjang 34cm dengan lebar setiap sisinya 6cm.

Saat ini memegang kunci pintu Ka’bah adalah Syeikh Abdul Kodir bin Toha Al Shaibi. Beliau adalah keturunan sahabat nabi yang bernama Syaibah Ra. Setelah Fathu Makkah beliau menyerahkan kunci Ka’bah kepada Usmad bin Toha dan Syaibah sebagai pemegang kunci sehingga turun temurun sampai sekarang.

Semoga Bermanfaat.

Anda ingin berdo’a di multazam, yuk Umroh bareng Golden Firdaus, Umroh Mabrur dengan Harga Terjangkau.!

Tentang Penulis

client-photo-1
Golden Firdaus

Komentar

Tinggalkan Balasan