Sekilas Tentang Puasa Ramadan
Sekilas Tentang Puasa Ramadan

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, bahwa ia diwajibkan ketika melihat hilal dalam kondisi langit cerah, atau dengan menyempurnakan bulan Sya’ban tiga puluh hari dalam keadaan berawan (sehingga tidak bisa melihat hilal), dan bahwa yang menjadi patokan memasuki bulan Ramadhan itu adalah penglihatan mata, dan apabila telah terlihat hilal di suatu negara maka negara-negara lainnya yang masih dalam satu wilayah bagian malam dengan negara tersebut wajib pula mengikuti ru’yah tersebut, demikian menurut pendapat ulama yang paling benar, dan bahwa para ulama harus berusaha menyatukan umat ini dalam masalah ini sehingga berada dalam satu kalimat yang sama.

Banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan tentang wajibnya puasa Ramadhan ini, di antaranya;

Allah ﷻ berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai­mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Dalam ayat lain disebutkan;

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah ia berpuasa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Sabda Nabi  ﷺ bersabda;

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

“Islam itu didirikan di atas lima (dasar); kesak­sian bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat; membayar zakat; melaksanakan haji di Baitullah; dan puasa Ramadhan.” (Muttafaq `Alaih).

Sabda Nabi  ﷺ;

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (متفق عليه).

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengha­rapkan pahala maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaq `Alaih).

Sabda Nabi  ﷺ yang menjelaskan bahwa wajibnya puasa Ramadhan adalah dengan melihat hilal dalam kondisi langit cerah atau dengan menyempurnakan hitungan bulan Sya’ban hingga tiga puluh hari dalam kondisi langit tertutup awan sehingga tidak dapat melihat hilal, ialah:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ. (متفق عليه).

“Berpuasalah kalian karena melihatnya (yakni hilal Ramadhan) dan berbukalah kalian karena melihatnya (yakni hilal Syawwal). Jika kalian terhalangi (melihatnya) maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban hingga tiga puluh (hari). “Dalam riwayat lain disebutkan: “Jika tidak terlihat.” (Muttafaq `Alaih).

Sabda Nabi  ﷺ;

لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ، وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ. (متفق عليه).

“Janganlah kalian berpuasa sehingga kalian melihat hilal (yakni hilal Ramadhan), dan janganlah kalian berbuka sehingga kalian melihatnya (yakni hilal Syawwal). Jika kalian terhalangi maka perkirakanlah itu.” (Muttafaq `Alaih).

Tentang Penulis

client-photo-1
Golden Firdaus

Komentar

Tinggalkan Balasan