TARHIB RAMADHAN – TIPS I’TIKAF DI MASJIDIL HARAM

TIPS I’TIKAF DI MASJIDIL HARAM

I’tikaf berarti berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (intropeksi) atas perbuatan-perbuatannya. I’tikaf dilakukan pada 10 malam hari terakhir bulan Ramadhan yang bertujuan untuk mencari malam Lailatul Qadar, yang terjadi pada malam-malam ganjil dan meneladani apa yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Seseorang yang beri’tikaf disebut mutakif.

I’tikaf memiliki dua macam yaitu sunnah dan wajib. Untuk i’tikaf sunnah, adalah dilakukan secara suka rela semata-mata ingin tahu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharap ridho-Nya. Sedangkan yang wajib ialah i’tikaf yang dilakukan karena adanya nazar (janji) kepada Allah.

Untuk waktu i’tikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang dinazarkan, sedangkan i’tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu, kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya boleh lama atau singkat.
Ya’la bin Umayyah berkata “sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk beri’tikaf “.

Untuk para jamaah yang berada di tanah suci khusus nya yang berada di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi. Suasana di sana pasti sangat ramai, karena banyaknya para jamaah yang berbondong-bondong untuk mengikuti kegiatan i’tikaf bersama.

Menjalankan ibadah i’tikaf tidak semudah yang anda bayangkan, karena 10 hari itu tidak sebentar. I’tikaf memiliki peraturan yang tidak dapat dilanggar, seperti meninggalkan masjid dengan sengaja, murtad (keluar islam), hilangnya akal atau gila, haid atau nifas, bersetubuh dengan istri.

Seseorang yang mendapatkan kesempatan beri’tikaf di tanah suci adalah suatu nikmat yang luar biasa. Para jamaah yang membludak ketika 10 malam hari terakhir bulan Ramadhan, semua rencana i’tikaf yang anda susun tidak selalu berjalan mulus, oleh karena itu, agar rencana ibadah i’tikaf anda berjalan lancar, saya punya tips-tips yang dapat anda terapkan.
(1) Persiapkan diri mengantisipasi suasana padat pada setiap malam ganjil.
(2) Datanglah 1 jam sebelum magrib.
(3) Mempersiapkan atau membawa makanan sahur, karena jika anda keluar dari masjid untuk membeli makanan, anda sudah tidak dapat kembali lagi.
(4) Anda harus berpandai-pandai mengatur waktu tidur, agar dapat mengikuti alur ibadah yang berada di Masjidil Haram.

Itulah tips yang dapat anda terapkan juga, dan semoga bermanfaat 🙂

Tentang Penulis

client-photo-1
Golden Firdaus

Komentar

Tinggalkan Balasan